Bisnis… Visi , Misi dan Goal ?

May 28, 2009

Sore ini gw lagi dengerin Radio Cakrawala sambil mengendarai motor, menyusuri jalan-jalan di Jakarta. Ada hal yang menarik di cakrawala, ada acara talk show tentang bisnis dengan menghadirkan Coach Lina…
Topik yang dibahas kali ini adalah fundamental dalam bisnis
dikatakan oleh Coach Lina bahwa harus ada destination mastery bagi setiap pebisnis agar bisa menetapkan mau dibawa kemana bisnis tersebut

Salah satu wujud dari destination mastery adalah bahwa seorang pemimpin bagi bisnisnya sendiri harus mampu menentukan Visi , Misi dan Goal dari usahanya. Pemandu acara kemudian mempertanyakan bahwa terkadang sangat sulit membedakan antara visi dan misi dengan goal.
Coach kembali menjelaskan bahwa Visi merupakan hal yang harus dicapai dalam jangka panjang sementara goal merupakan hal yang dapat dicapai dalam jangka waktu yang dekat.

Dari sini gw coba memberikan insight secara personal tentang contoh dari visi maupun goal (soalnya sempat terputus gara2 ngobrol ma orang)
Perusahaan Kerupuk PT MAJU TERUS
Visi : menjadi perusahaan kerupuk Multinasional dengan kualitas terbaik dan dipercaya di seluruh dunia
Goal :
= meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk kami
= meningkatkan distribusi
= memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh distributor

Dari sini kita bisa mengenali bahwa tiap-tiap poin dari goal akan mengantarkan semakin dekat ke visi dari perusahaan.

Masalahnya, kebanyakan pebisnis di Indonesia yang masih berada pada golongan pengusaha menengah (yang notabene jumlahnya paling banyak) merasa bahwa hal tersebut tidaklah perlu. oleh sebab itu bisnis mereka cenderung stagnan, mengalami perkembangan yang lambat dan memiliki kecenderungan lebih besar untuk menurun performanya ketika krisis.
Pengusaha-pengusaha average (menengah) ini umumnya dapat kita jumpai pada pengusaha toko, pengusaha produksi skala rumahan etc.

Kita fokuskan pada pengusaha toko, pada umumnya para pengusaha toko memberanikan membuka toko atas dasar hitung-hitungan singkat dan adu hoki dengan prospek yang ada. Lalu apakah mereka membuka toko, perlu mencanangkan visi misi, ataupun goal dari usahanya tersebut ?
yang jelas, goals sudah ada….
yaitu agar mencapai BEP dulu , untung sekian…
tapi apakah visi sudah ada ?
masih merupakan tanda tanya besar bagi sebagian pengusaha toko. Akan berbeda sekali jika pengusaha toko ini mau belajar arti pentingnya mendefinisikan visi dari usahanya sedari awal.
Misalkan ada Toko A, sedari awal sudah punya gambaran ingin menjadi toko dengan banyak cabang dimana-mana, dengan adanya visi seperti itu, maka bisnis itu akan berjalan terus menerus dan berusaha untuk mencapai visinya. Itulah perbedaan yang dapat kita amati ketika melihat pengusaha toko yang hanya bermental adu hoki, dibandingkan dengan pengusaha toko yang bermental manajerial.

akhir kata, kita dapat menilai bahwa pentingnya destination mastery dalam bisnis ini adalah membuat bisnis menjadi lebih terarah, punya fokus dan tujuan yang ingin dicapai.


New Haircut

May 24, 2009

new haircut
7.30
Aduh…. bangun kesiangan lagi nih buat ke gereja gara-gara tanding poker di facebook mulu ma temen gw. But it’s okay, masih ada shift berikutnya, jam 9 !
astaga gw harus tunggu sampe 2 jam lagi :D
sementara sambil menunggu, ya nonton berita sambil bikin indomie :D
…………maen fb etc etc………

SKIPPED

11.00
akhirnya…. pulang juga. hari panas banget lagi. tiba-tiba terbersit ide sangat cemerlang ! gunting rambut ! biar adem
hohoho….. akhirnya dengan semangat, barengan dengan sohib gw kita samperin tuh salon hoho…
Padahal rasa-rasanya rambut gue ga panjang2 amat juga tapi gue mau gunting juga. ah ga apa-apa de namanya juga cuaca sering panas, biar adem aja. rambut jgn tebel-tebel.
Pas udah pulang, gue narsis bentar dan foto2 trs posting di facebook !
astaga… comment pertama yang muncul adalah
“rasa2nya ga ada perubahan”
behhh segitu lekatnya image rambut pendek gw.
gw akui sih emang udah style gw rambut pendek… jah mw gimana lagi… gw ga nyaman juga rambut panjang. lagian ga panjang-panjang amat udah gunting ya wajarlah orang ga ngeh perubahan yang terjadi.

nah sehabis mandi… katanya mau diajak pergi ke undangan temen yang tunangan. Gue styling deh pake gel…. eh eh eh…. kok hasilnya jadi lebih cool dari kemaren2 yak wkakaka
parahnya lagi…. temen yang ajak ke undangan ketiduran!!!!!!!!!!
sampe mateng gue tungguin tuh orang, akhirnya gue ngikuttttt tidur juga.

PS: ga ada hal yang special… cuma ekspresi hati aja


Katekumen, antara konsistensi, komitmen dan tanggung jawab

March 15, 2009

Pagi ini saya menghadiri kelas katekumen di kampus Syahdan seperti biasanya… Pada awalnya sih saya merasa agak malas dan mau bolos saja.
Tapi ntah kenapa gw tiba2 mau-mau saja beranjak dari tempat tidur selekasnya ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk menuju kampus syahdan…
Hmm, ternyata katekumen kali ini sama saja seperti biasanya…. tetap pada pola kelas yang pasif. mungkin karena masih pertemuan awal sehingga belum saling mengenal diantara yang hadir.
Situasi kelas begitu tenang, dan saya sangat menikmati situasi kelas seperti ini daripada kelas pada hari-hari kuliah yang biasanya tidak pernah absen dengan yang namanya ribut
Ada hal yang menarik disini….
berbicara tentang menjadi seorang katekumen, dituntut akan adanya konsistensi , komitmen dan tanggung jawab.

Konsistensi, tanpa konsistensi…. iman yang telah dibina selama bertahun-tahun akan pudar juga lama-kelamaan. mungkin itu sebabnya, tidak mudah untuk bisa langsung menjadi seorang katolik. oleh sebab itu gereja mengharuskan seseorang secara konsisten dan berkelanjutan membina diri melalui media katekumen ini sebelum akhirnya siap untuk menerima kristus dan menjadi bagian dari gereja

Komitmen, salah satu penyokong iman kita. tanpa dilandasi komitmen biasanya akan timbul rasa bosan. Ketika rasa bosan ini lebih besar dari komitmen kita, maka akan timbul penyakit malas, malas hadir di misa, malas hadir di kelas katekumen. Dari komitmen diri ini sendiri, kita melatih diri sendiri untuk bertahan terhadap godaan dari kebosanan.
Bosan adalah hal yang lazim ketika kita mengikuti hal yang sifatnya rutin, namun menjadi tantangan bagi kita bagaimana mengelola rasa bosan tersebut agar tetap bisa mempertahankan komitmen ini.

Tanggung jawab, berbicara tanggung jawab. Setiap orang katolik hendaknya bertanggung jawab untuk tetap menjaga imannya ketika diterima menjadi pengikut Kristus. Dan gw rasa, itulah yang coba diajarkan dalam masa-masa katekumen yang panjang ini.

Pada akhir kelas, diadakan penunjukkan siapa yang akan menjadi ketua dan bendahara kelas. awalnya kelas diam dan hening….. tidak ada satupun yang berani mengajukan diri untuk menjadi bendahara kelas, hingga akhirnya entah dorongan apa yang membuatku mengajukan diri.

Btw, ada hikmahnya juga… biar gw ada tanggung jawabnya dan rasa ingin bolos itu bisa rada ditekan karena bertanggung jawab memegang kas dari kelas katekumen :D

See…. too many things to learn everyday…
if we give it a little review in a personal insight


Cinta monyet, puppy love

March 5, 2009

Bicara tentang “puppy love” alias cinta monyet gw harus bernostalgia lagi deh…
Phew, ntahlah tiba-tiba dalam benak gw terpikirkan untuk mengungkap lagi lembaran-lembaran masa-masa kecil dan remaja dulu.

Masa-masa SD
Ketika masih berada di bangku SD, gw pernah berteman dengan seorang gadis cilik yang imut…, namanya “S” dia selalu menghampiri gw ketika tiba waktu istirahat. Karena gw tipe anak yang pendiam dan kurang suka bersosialisasi dengan orang lain… mungkin dia merasa ada sedikit rasa kasihan (apa jangan-jangan tertarik :P ) dan disitulah hubungan kami dimulai. Gw selalu duduk di bangku sekitar halaman sekolah dengan memperhatikan dia sedang bermain kejar-kejaran. Walaupun kadang-kadang gw juga ikut-ikutan maen kejar-kejaran juga sih tapi ntah kenapa gw bosan banget. Rasanya lebih menarik memperhatikan orang-orang sekitar gw daripada gw yang berada di dalam aktifitas itu. Tak terasa banyak hal yang telah kami lalui bersama, dari bermain hujan-hujanan , ledek-ledekan (taulah anak cowok) sampai maen kejar-kejaran yang notabene gw kejer udah kayak macan mau terkam mangsanya -_-”.
Finally, pengalaman dengan “S” harus berakhir sampai ketika kelulusan dan gw harus pergi ke Singkawang untuk melanjutkan SMP disana…. So sad…
tapi akhirnya kita bertemu lagi setelah 7 tahun kemudian ketika gw kembali dari Jakarta dalam rangka liburan panjang, dan “S” telah menjadi gadis yang cantik….
Ntahlah dirinya masih mengenali gw ato ga, ketika berada di Singkawang gw selalu sempatin makan di tempat dia bekerja sembari memperhatikan dirinya , seperti apa yang gw lakuin 7 tahun yang lalu.
Such a lingering feeling….
Seandainya saja bisa bertemu dengan dirinya lagi dan mengalami masa-masa dulu…
but it’s okay…
let’s that be the flavour of life


Kenapa ngeblog ?

March 5, 2009

Suatu kali , setelah ngeblog selama beberapa lama dan juga vakum beberapa lama. pertanyaan ini tiba-tiba nongol di pikiran gw. Awalnya sih yaaaa, jujur aja ikut tren ngeblog. Liat banyak orang punya blog gitu… ga gaul lah ye masa anak binus ga punya blog (secara , binus = kampus IT  gitu).

Namun seiring berjalannya waktu, hal tersebut berubah lagi. kali ini bukan karena alasan yang sepele-sepele seperti ikut-ikutan. Sekarang targetnya adalah uang. yaitu gimana cara monetizing blog.  Sejak berkenalan dengan kumpulblogger.com, yang memungkinkan seorang blogger pemula memasang iklan di space blognya tanpa harus diribetkan dengan memiliki page views yang tinggi ataupun page rank berapa seperti pada google adsense dan situs ppc ads lainnya.  Awalnya sih rajin, tapi ntahlah seiring berjalannya waktu akhirnya turun juga semangatnya… kenapa ? karena iklan kita tidak di klik-klik juga ma pembaca blog. Tapi sekarang sudah punya pendapatan dari blog yang telah gw pasangin iklan kumpulblogger.com walaupun sebenarnya tidak seberapa, whatever… it do earns !

Well itu namanya dodol abis, berharap terlalu muluk. Humm, sejak saat itu gw mulai berpikir, motivasi untuk mendapatkan uang dari  memaintain dan membuat blog itu ada baiknya sih. Sebab, seiring waktu berjalan, motivasi untuk ngeblog itu kian berubah… gw menemukan bahwa pengalaman ngeblog itu mengajarkan bahwa perlu ada konsistensi dan juga  membuat ketagihan . Kenapa ? ngeblog itu punya banyak manfaat positifnya sih….

Berikut manfaat yang gw rasain , gw list nehh:

  • Mengisi waktu luang
  • Sebagai tempat menuangkan ide-ide, pikiran dan pandangan pribadi (aktualisasi diri)
  • catatan, coretan kegiatan sehari-hari
  • expose yourself, dengan memiliki blog maka orang dapat mengunjungi blog yang kita punyai dan mengerti cara pandang dan pemikiran kita akan suatu hal sekaligus menjadi “profil” ataupun identitas kita di dunia maya

Blog juga bisa jadi media iklanin diri  :D , coba kalau anda tidak punya blog. seseorang mungkin pernah mendengar nama anda. suatu ketika orang tersebut ingin mencaritahu tentang anda. mungkin anda punya facebook/friendster namun itu mungkin kurang mendetil dan kurang relevan ketika ditampilkan di search engine results page di google karena mungkin banyak orang yang punya nama yang sama dengan anda. Ingin buat website pribadi ? belum tentu semua orang bisa programming dan juga belum lagi dengan biaya yang dikeluarkan untuk hosting dan pembuatan situs (kalau ada) .

Namun bagaimana kalau anda punya blog dengan nickname anda yang khas, asal tahu aja blog lebih suka dicrawl oleh spybot karena memiliki content yang segar sehingga memudahkan terindeks di mesin pencari. yang mana akan memungkinkan profil diri anda semakin mudah dicari di dunia maya. Lagian blog itu kebanyakan gratis, dirancang sedemikian mudah untuk digunakan dan semudah gampang dikustomisasi sesuai dengan keinginan kita dengan sedikit pengetahuan teknis di programming.

Nah, dengan ngeblog anda bisa membangun profil pribadi, menulis catatan harian, buah pikiran anda dengan hanya bermodalkan sedikit waktu luang , konsistensi dan semangat .

pertanyaannya , apakah anda merasa ngeblog itu sudah menjadi hal yang perlu atau belum ? ntah buat coba-coba, untuk monetizing, ataupun iseng-iseng ikut tren hingga hobby, atau karena hal tersebut menarik ? :D