Komitmen Ngeblog setiap hari ! – Blog as Diary !

September 13, 2011

Pernahkah kita mencoba ngeblog namun pada tengah2 ketika sedang asik2nya mengetik. Tiba-tiba ada saja halangan yang menghentikan kegiatan blogging dan kemudian membuat kita save as draft, yang nantinya draft2 ini tidak pernah dipublish menjadi blog ?

Hal ini seringkali terjadi pada sebagian besar orang. Ntah karena ada kesibukan yang intens menyerang secara mendadak, atau kebosanan, kehilangan inspirasi atau kata-kata.

Akhir-akhir ini pengalaman ini terjadi padaku. Setelah berhasil menginstall aplikasi BB untuk WordPress, dengan semangatnya gw pun ngeblogg…. Namun apa yang terjadi, adaa saja halangan seperti kesibukan-kesibukan yang membuatku akhirnya menyisihkan draft dengan topik dan sebagian tulisan saja !
Hoho, that’s not good for sure. We start it and we should get it done for sure !
Nah, akhir-akhir ini kutemukan beberapa tips dan trik untuk memulai komitmen ngeblog dengan lebih teratur.

Untuk menghindari kebosanan kita bisa beristirahat sejenak ketika menulis artikel di blog, sembari mencari inspirasi. Ngopi / Ngeteh duduk2 santai. That’s pretty good you know :D
Memang sih tidak mungkin kita bisa ngeblog tiap hari, apalagi dengan aktifitas segudang. Namun bisa saja kita buat suatu cerita yang isinya kegiatan kita sehari-hari. Bukankah menarik untuk mereview kembali apa saja aktifitas-aktifitas yang telah kita lakukan untuk periode yang telah lalu ?

Hal ini cukup menjadi motivasi saya untuk bisa ngeblog setiap hari. Karena bagi saya sekarang. Blog saya tak ubahnya coretan-coretan catatan harian yang dapat menjadi tolok ukur ataupun dokumentasi sejarah ! Ya, sejarah diri kita sendiri , heheheh

Nah kalau untuk yang seringkali asik-asiknya blogging dan ternyata banyak hal-hal mengganggu, saya rasa kita perlu “terbiasa” dan sabar menjalaninya.
Ala bisa karena biasa toh ?
Bisa saja kita menulis sebentar terus apabila kita ingin finishing per hari ini juga, buatlah reminder di BB kita sebagai to-do’s .
Hal ini penting karena dapat menjaga konsistensi kita dalam ngeblog.
Di samping itu, suatu saat nanti kita akan merasakan konsistensi kita membawakan hal yang berguna dan positif !

Hal ini tercermin ketika gw membaca kembali blog gw di blogspot ! OMG, ketika masih mahasiswa begitu banyak tulisan di Blog. Dan record menunjukkan hampir tiap hari. Dan ketika aku membaca tulisan-tulisanku di blogspot ku. Kutemukan kembali kenangan-kenangan semasa kuliah dulu :D .

Oke, that’s all.
Buatlah artikel harian yang ringkas setiap saat apabila kita adalah golongan pekerja yang punya waktu singkat, namun ingin memiliki konsistensi dalam ngeblog :D

Happy Blogging !


Katekumen, antara konsistensi, komitmen dan tanggung jawab

March 15, 2009

Pagi ini saya menghadiri kelas katekumen di kampus Syahdan seperti biasanya… Pada awalnya sih saya merasa agak malas dan mau bolos saja.
Tapi ntah kenapa gw tiba2 mau-mau saja beranjak dari tempat tidur selekasnya ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk menuju kampus syahdan…
Hmm, ternyata katekumen kali ini sama saja seperti biasanya…. tetap pada pola kelas yang pasif. mungkin karena masih pertemuan awal sehingga belum saling mengenal diantara yang hadir.
Situasi kelas begitu tenang, dan saya sangat menikmati situasi kelas seperti ini daripada kelas pada hari-hari kuliah yang biasanya tidak pernah absen dengan yang namanya ribut
Ada hal yang menarik disini….
berbicara tentang menjadi seorang katekumen, dituntut akan adanya konsistensi , komitmen dan tanggung jawab.

Konsistensi, tanpa konsistensi…. iman yang telah dibina selama bertahun-tahun akan pudar juga lama-kelamaan. mungkin itu sebabnya, tidak mudah untuk bisa langsung menjadi seorang katolik. oleh sebab itu gereja mengharuskan seseorang secara konsisten dan berkelanjutan membina diri melalui media katekumen ini sebelum akhirnya siap untuk menerima kristus dan menjadi bagian dari gereja

Komitmen, salah satu penyokong iman kita. tanpa dilandasi komitmen biasanya akan timbul rasa bosan. Ketika rasa bosan ini lebih besar dari komitmen kita, maka akan timbul penyakit malas, malas hadir di misa, malas hadir di kelas katekumen. Dari komitmen diri ini sendiri, kita melatih diri sendiri untuk bertahan terhadap godaan dari kebosanan.
Bosan adalah hal yang lazim ketika kita mengikuti hal yang sifatnya rutin, namun menjadi tantangan bagi kita bagaimana mengelola rasa bosan tersebut agar tetap bisa mempertahankan komitmen ini.

Tanggung jawab, berbicara tanggung jawab. Setiap orang katolik hendaknya bertanggung jawab untuk tetap menjaga imannya ketika diterima menjadi pengikut Kristus. Dan gw rasa, itulah yang coba diajarkan dalam masa-masa katekumen yang panjang ini.

Pada akhir kelas, diadakan penunjukkan siapa yang akan menjadi ketua dan bendahara kelas. awalnya kelas diam dan hening….. tidak ada satupun yang berani mengajukan diri untuk menjadi bendahara kelas, hingga akhirnya entah dorongan apa yang membuatku mengajukan diri.

Btw, ada hikmahnya juga… biar gw ada tanggung jawabnya dan rasa ingin bolos itu bisa rada ditekan karena bertanggung jawab memegang kas dari kelas katekumen :D

See…. too many things to learn everyday…
if we give it a little review in a personal insight


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.